Thursday, November 10, 2011

Teru-Teru Bozu

Pada kali ini seperti janji kami di akun twitter kami mengenai artikle tentang Teru-teru bozu.

Ayo kita mulai pembahasannya~


Teru-Teru Bozu berasal dari kata Teru (Shiny) dan Bozu(Buddhist Priest). Boneka ini dipercaya dapat menangkal hujan. Teru-Teru Bozu mulai terkenal pada era Edo. Biasanya, orang-orang mengucapkan mantra selagi menggantungnya. 

Mantranya:
"Dewa cuaca cerah, semoga hari esok cerah."
Kalau misalkan kita mengharapkan cuaca yang buruk a.k.a hujan, tinggal balik saja teru-teru bozu-nya. Sehingga ia membelakangi kaca jendela.
Ada lagu buat penangkal hujannya juga loh!

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Itsuka no yume no sora no yō ni
Haretara kin no suzu ageyo
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Watashi no negai wo kiita nara
Amai o-sake wo tanto nomasho
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Moshi mo kumotte naitetara
Sonata no kubi wo chon to kiru zo
 Yang artinya:

Teru-teru bozu, teru bozu
Buatlah hari esok cerah
seperti langit yang biasanya di mimpi
Kalau cerah akan kuberikan bola emas
Teru-teru bozu, teru bozu
Buatlah hari esok cerah
Kalau harapanku terwujud
kita akan minum sake bersama
Teru-teru bozu, teru bozu
Buatlah hari esok cerah
Jika esok mendung dan kau menangis (hujan)
Aku akan memenggal kepalamu

Lagu tersebut ditulis oleh Kyoson Asahara dan disusun oleh Shinpei Nakayama.

Mengenai lirik yang terakhir. Terkesan suram bukan?
Katanya lagu ini terinspirasi dari kisah seorang biksu yang gagal membuat hari yang diminta oleh penduduk desa  agar cerah. Kepalanya dipenggal karena dianggaptelah berdusta

Masih banyak lagu-lagu lainnya yang ditujukan untuk teru-teru bozu.

Yosh, selesai sudah artikle pertama di blog ini.
Terima kasih sudah membaca. Artikle ini di rangkum ulangdari berbagai sumber yang ditemukan di internet.

0 comments: